Karya Ilmiah
Nomor 1.
A. Topik : Lemahnya Penguasaan Bahasa Indonesia
> Pernyataan 1 : Lemahnya kemampuan berbahasa Indonesia di kalangan mahasiswa tampak pada beberapa aspek. Pertama, keterampilan berbahasa lisan. Mahasiswa kurang mampu mengungkapkan gagasan dengan menggunakan bahasa yang tepat, baik pilihan kata yang kurang sesuai maupun alur gagasan yang tidak logis dan tidak sistematis.
> Pernyataan 1 : Lemahnya kemampuan berbahasa Indonesia di kalangan mahasiswa tampak pada beberapa aspek. Pertama, keterampilan berbahasa lisan. Mahasiswa kurang mampu mengungkapkan gagasan dengan menggunakan bahasa yang tepat, baik pilihan kata yang kurang sesuai maupun alur gagasan yang tidak logis dan tidak sistematis.
> Pernyataan 2 : Namun, pada kenyataannya pendidikan di Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada situasi yang kurang menguntungkan. Kondisi ini terjadi sejalan dengan semankin banyaknya kenyataan tentang lemahnya karakter bangsa Indonesia, yang selama ini sangat kuat dan teguh memegang sendi-sendi kehidupan yang arif dan bijaksana (Abidin, 2013:43).Bukti nyata lemahnya karakter bangsa ini dapat kita saksikan di sekitar lingkungan kita seperti: budaya korupsi, nepotisme, kolusi, hilangnya budaya malu, maraknya ketidakjujuran, dan pelemahan potensi anak bangsa oleh pemimpin kita sendiri.
Sumber 2 : https://jurnal.um-palembang.ac.id/bisastra/article/download/%202332/1848 (2)
Sumber 2 : https://jurnal.um-palembang.ac.id/bisastra/article/download/%202332/1848 (2)
B. Topik : Bahasa Asing Merupakan Bahasa Ilmu Pengetahuan
> Pernyataan 1 : Latar belakang yang menjadi dasar bagi pelaksanaan pembelajaran bahasa asing di berbagai tingkatan pendidikan dapat dipaparkan sebagai berikut. Pertama, sebagian besar ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang apapun ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, sehingga penguasaan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya akan memberikan jalan bagi bangsa Indonesia untuk menyerap perkembangan ilmu pengetahuan, atau menyebarkan ilmu pengetahuan yang berkembang di Indonesia.
Sumber 1 : https://ejournal.upi.edu/index.php/BS_JPBSP/article/download/696/501 (3)
> Pernyataan 1 : Latar belakang yang menjadi dasar bagi pelaksanaan pembelajaran bahasa asing di berbagai tingkatan pendidikan dapat dipaparkan sebagai berikut. Pertama, sebagian besar ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang apapun ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, sehingga penguasaan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya akan memberikan jalan bagi bangsa Indonesia untuk menyerap perkembangan ilmu pengetahuan, atau menyebarkan ilmu pengetahuan yang berkembang di Indonesia.
Sumber 1 : https://ejournal.upi.edu/index.php/BS_JPBSP/article/download/696/501 (3)
> Pernyataan 2 : Bahasa asing merupakan bahasa dengan kaidah, aksara dan konsepnya yang berbeda dari
bahasa Indonesia. Perbedaan ini yang membuat bahasa Indonesia mulai tersisihkan karena
seiring berkembangnya zaman, tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa asing yang berawal
hanya menjadi bahasa internasional kini mulai menjadi bahasa umum yang digunakan
masyarakat Indonesia. Penggunaan bahasa asing sudah dimulai sejak zaman penjajahan.
Karena itu, bahasa asing sudah digunakan secara turun menurun sehingga tidak mungkin
dapat hilang begitu saja.
Sumber 2 : https://jptam.org/index.php/jptam/article/download/3312/2781/6350 (1)
Sumber 2 : https://jptam.org/index.php/jptam/article/download/3312/2781/6350 (1)
Nomor 2.
A. Topik : Melalui Kegiatan Membaca Buku, Seseorang Dapat Memperoleh Pengalaman Tidak Langsung Yang Banyak Sekali
> Pernyataan 1 : Melalui kegiatan membaca siswa bisa sekaligus mempelajari mata pelajaran yang lain,
dan melalui kegiatan membaca siswa mampu mengetahui segala jenis informasi yang
berkembang di sekitarnya dan mengolahnya sebagai ilmu pengetahuan yang dapat
diaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
Sumber 1 : https://media.neliti.com/media/publications/54467-ID-pentingnya-pembinaan-kegiatan-membaca-se.pdf (2)
> Pernyataan 2 : Beberapa kegiatan kognitif yang berlangsung selama membaca diantaranya yaitu,
memahami, konsentrasi, mengingat, menganalisis, menyimpulkan dan lain sebagainya, yang
mana juga merupakan aspek-aspek dari berpikir kritis.
Sumber 2 : https://unars.ac.id/ojs/index.php/pgsdunars/article/download/839/614/ (2)
Nomor 3.
A. Topik : Kecakapan Itu Menyangkut Aspek Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap.
> Penyataan 1 : Pendidikan kecakapan hidup (life skill) merupakan kecakapan-kecakapan yang
secara praktis dapat membekali peserta didik dalam mengatasi berbagai macam
persoalan hidup clan kehidupan. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan, sikap
yang didalamnya termasuk fisik clan mental, serta kecakapan kejuruan yang berkaitan
dengan pengembangan akhlak peserta didik sehingga mampu menghadapi tuntutan
clan tantangan hidup dalam kehidupan.
Sumber 1 : https://media.neliti.com/media/publications/282543-implementasi-pendidikan-kecakapan-hidup-9a5601c7.pdf (1)
> Pernyataan 2 : Sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan life
skill merupakan pendidikan yang orientasi dasarnya
membekali keterampilan siswa yang menyangkut aspek
pengetahuan, sikap yang didalamnya termasuk fisik dan
mental, serta kecakapan kejuruan yang berkaitan dengan
pengembangan siswa sehingga mampu menghadapi
tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan. Adanya
cara ini, pendidikan akan lebih realistis, lebih kontekstual,
tidak akan mencabut peserta didik dari akarnya, sehingga
pendidikan akan lebih bermakna bagi peserta didik dan
akan tumbuh subur.
Sumber 2 : https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JEUJ/article/download/5086/3754/ (1)
B. Topik : Pengembangan Siswa Dapat Dilakukan Melalui Kegiatan Intra Dan Ekstrakulikuler
> Pernyataan 1 : Kegiatan ekstrakurikuler dimaksudkan untuk
pengembangan diri dari kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran yang terintegrasi dengan
kurikulum sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler mempunyai peran yang sangat penting karena siswa
dapat bertambah wawasan mengenai mata pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran di
ruang kelas. Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat menyalurkan bakat, minat dan potensi
yang dimiliki.
Sumber 1 : https://core.ac.uk/download/pdf/267023922.pdf (1)
> Pernyataan 2 : Kegiatan
ektrakurikuler pada dasarnya merupakan
suatu lingkungan organisasi yang dapat
mempengaruhi siswa untuk melakukan
interaksi sosial dengan sesamanya. Melaui
interaksi itu pula, siswa dapat mengerti
akan nilai dirinya dan beajar berhubungan
dengan lingkungan diluar dirinya. Selain untuk mempengaruhi siswa agar
dapat melakukan interaksi dengan
sesamanya, ekstrakurikuler juga menjadi
wadah bagi siswa untuk menyalurkan
baktat serta yang dimiliki.
Sumber 2 : https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inspirasi-manajemen-pendidikan/article/view/37946/33634 (2)
Komentar
Posting Komentar